Kuliah yang sangat padat itulah salah satu yng membuat ku sibut banyak hal lain seperti berkumpul bersama teman-teman yang ku anggap lebih asyik dari pada hal lain. Jam menunjukan pukul 02:15 saatnya masuk kuliah, kuliah hari ini sangat membosankan. Tapi aku tetap masuk karena aku tak ingin meninggalkan kuliah tanpa ada sebsb yang berarti. Pulang kuliah …. Aku pergi bersama temn-temmanku berkumpul karena itu kebiasaan kami setelah seharian tidak bertemu. Hal-hal yang dibicarakan menurutku sudah menjadi hal yang tidak lazim lagi. Soal pacar atau pun masalah mereka dgn ceewek-cewek mereka sebenarnya aku jenuh dengan pembicaraan itu karena aku tidak ad cewek dan juga aku benci karena aku pernah pacaran tapi sampai sekarang cewek yng sangat aku cintai meninggalkanku tanpa sebab. Memang mereka ttau aku tdak mempunyai pacar dan mereka juga pernah menawarkanku kepada teman cewek yang mereka kenal tapi ak tidak mau.
Minuman yang kupesan tadi sudah datang. Aku meminum air itu dengan perlahan sambil mendengarkan pembicaraa temanku. Saat aku sedang menikmati air minum ku tiba-tiba tio memangilku.” Alvin … jangan melamun air munum loe udah habis tu pasi loe lagi mikirind ia kan “ “gue punya ni teman gue jomblo dia baru pulang dari paris lagi liburan di sini” tio menawarka teman ceweknya lagi untukku apa emang salah kalau aku jomblo ya??? Tio itu memang mengenal cewek yang sedang kupikirkan . karena tio sahabat saat aku sma dulu. Dan juga kami sudah bertemn sejak lama “gak gue gak lagi mikirin dia kok?” aku mencoba ngeles supaya dia tidak merasa kasihan melihatku “ahhhh … gk mungkin.ydh gue kenalin dulu loe dgn dia masalah loe gk suka atau apa itu terserah loe” “oke deh … terserah loe aja” dgn terpaksa gue bilang ia.
Tepat di hari janjian gue ketemu
dgn cewek yang dikenal kan sama tio gue merasa malu dan gak PEDE gk tau kenapa
gue jg gugup. “loe Alvin ya??” Tanya orang yang berada tepat di belakang
gue,gue melihat ke belakang “maaf,loe siapa??” Tanya gue,” gue tamara temn tio.”
Menurut gue ini cewek memang perfect tnggi langsing putih dan matanya yng
indah. Kami berbicara cukup lama dan saling bertanya satu sama lain. Hanya satu
yang ku kupikirkan dari semua pertanyaannya yang ditanyakan tamara. “apakah loe
udah punya pacar?” gue gk tau mau jawab apa, karena sesungguhnya aku dgn teman
dekatku waktu sma itu belum tau ada kata putus jadi aku bimbang mau menjawab
IYA atau TIDAK. “jgn di bahas soal itu karena aku lagi tdk mood membahas soal
itu” jawabku, “maaf, kalau aku seperti mau mengetahui semua tentaangmu”. Tidak apa-apa
menjawabku santai. Seusai bicarCuaca yang sangat indah di hadapanku banyak burung yang berterbangan, sayap yang indah membuat hati ku merasa hal yang berbeda pada saat itu tak habis ku pikirkan hal yang tak mungkin erjadi tapi itu bias terjadi.itu terjadi pada saat masa-masa sma kulewati dengannya semasa ssma kami mulai menjalin hubungan (pacaran) tapi pertengahan semester saat kelas XII (duabelas) hubungan kami mulai memburuk lama-lam akhirnya hubungan kami kandas tanpa tau sebab yang jelas karena saat itu banyak hal yang membuat kami benci satu sama lain semua ku coba untuk mempertahankan hubungan kami tapi tetap tidak bias.
Hari ini banyak hal yang membuatku sibuk dan tidak sempat memikirkan hal yang tidak penting menurutku. Kuliah yang sangat padat itulah salah satu yng membuat ku sibut banyak hal lain seperti berkumpul bersama teman-teman yang ku anggap lebih asyik dari pada hal lain. Jam menunjukan pukul 02:15 saatnya masuk kuliah, kuliah hari ini sangat membosankan. Tapi aku tetap masuk karena aku tak ingin meninggalkan kuliah tanpa ada sebsb yang berarti.
Pulang kuliah …. Aku pergi bersama temn-temmanku berkumpul karena itu kebiasaan kami setelah seharian tidak bertemu. Hal-hal yang dibicarakan menurutku sudah menjadi hal yang tidak lazim lagi. Soal pacar atau pun masalah mereka dgn ceewek-cewek mereka sebenarnya aku jenuh dengan pembicaraan itu karena aku tidak ad cewek dan juga aku benci karena aku pernah pacaran tapi sampai sekarang cewek yng sangat aku cintai meninggalkanku tanpa sebab. Memang mereka ttau aku tdak mempunyai pacar dan mereka juga pernah menawarkanku kepada teman cewek yang mereka kenal tapi ak tidak mau.
Minuman yang kupesan tadi sudah datang. Aku meminum air itu dengan perlahan sambil mendengarkan pembicaraa temanku. Saat aku sedang menikmati air minum ku tiba-tiba tio memangilku.” Alvin … jangan melamun air munum loe udah habis tu pasi loe lagi mikirind ia kan “ “gue punya ni teman gue jomblo dia baru pulang dari paris lagi liburan di sini” tio menawarka teman ceweknya lagi untukku apa emang salah kalau aku jomblo ya??? Tio itu memang mengenal cewek yang sedang kupikirkan . karena tio sahabat saat aku sma dulu. Dan juga kami sudah bertemn sejak lama “gak gue gak lagi mikirin dia kok?” aku mencoba ngeles supaya dia tidak merasa kasihan melihatku “ahhhh … gk mungkin.ydh gue kenalin dulu loe dgn dia masalah loe gk suka atau apa itu terserah loe” “oke deh … terserah loe aja” dgn terpaksa gue bilang ia.
Tepat di hari janjian gue ketemu dgn cewek yang dikenal kan sama tio gue merasa malu dan gak PEDE gk tau kenapa gue jg gugup. “loe Alvin ya??” Tanya orang yang berada tepat di belakang gue,gue melihat ke belakang “maaf,loe siapa??” Tanya gue,” gue tamara temn tio.” Menurut gue ini cewek memang perfect tnggi langsing putih dan matanya yng indah. Kami berbicara cukup lama dan saling bertanya satu sama lain. Hanya satu yang ku kupikirkan dari semua pertanyaannya yang ditanyakan tamara. “apakah loe udah punya pacar?” gue gk tau mau jawab apa, karena sesungguhnya aku dgn teman dekatku waktu sma itu belum tau ada kata putus jadi aku bimbang mau menjawab IYA atau TIDAK. “jgn di bahas soal itu karena aku lagi tdk mood membahas soal itu” jawabku, “maaf, kalau aku seperti mau mengetahui semua tentaangmu”. Tidak apa-apa menjawabku santai. Seusai bicara kami berpisah di taman dan aku mengantarkannya sampai ke mobil yang berwarna biru sepertinya itu warna kesukaannya erena terlihat banyak accsesoris yang berwarna biru di mobilnya, “gue duluan … byeee” “byee” jawabku.
Semua berawal dengan indah dan tak tau apakah akhirnya akan indah seperti yang kami berdua ingikan (Alvin dan tamara).
To be continued
To be continued
Posting Komentar